Awali Tahun 2026, Bawaslu Pacitan Perkuat Disiplin dan Hidupkan Kembali “Sekolah Rakyat”
|
PACITAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pacitan mengawali tahun 2026 dengan menggelar rapat internal perdana di Kantor Bawaslu Pacitan, Senin (5/1/2026). Rapat ini menjadi momentum penguatan organisasi dalam menghadapi tantangan pengawasan pemilu ke depan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi (SDMO), dan Diklat, Nurul Fata Khoiruriza, menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang mencakup pengelolaan anggaran, penegakan disiplin, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Mandiri sebagai Satuan Kerja
Dalam rapat tersebut, Nurul Fata menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Pacitan kini telah berstatus Satuan Kerja (Satker), sehingga pengelolaan anggaran dilakukan secara mandiri. Pada tahun 2026, sebanyak 74 persen anggaran dialokasikan untuk hak keuangan pegawai.
“Kemandirian sebagai Satker menuntut kita untuk bekerja lebih akuntabel dan transparan dalam pengelolaan anggaran,” ujar Nurul Fata.
Penegakan Disiplin dan Tata Kelola
Selain pengelolaan anggaran, peningkatan kedisiplinan kerja menjadi perhatian utama. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain penertiban sistem finger print untuk memastikan kehadiran tercatat secara akurat, penyesuaian jam kerja, serta evaluasi sistem alih daya guna menunjang efektivitas kerja di sekretariat dan lapangan.
Sekolah Rakyat Dihidupkan Kembali
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM, Bawaslu Pacitan juga akan menghidupkan kembali program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh jajaran dalam rangka meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2027.
“Sekolah Rakyat akan menjadi wadah penguatan pengetahuan, mental, dan integritas seluruh jajaran Bawaslu Pacitan,” tambahnya.
Rapat internal tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga profesionalisme, disiplin, dan penguatan tata kelola SDM. Dengan semangat baru di awal 2026, Bawaslu Kabupaten Pacitan optimistis dapat menjalankan fungsi pengawasan pemilu secara lebih solid dan berintegritas.