Bawaslu Pacitan Tingkatkan Kapasitas Pencegahan Melalui Sekolah Rakyat
|
Pacitan – Senin, 24 Agustus 2026, Bawaslu Kabupaten Pacitan kembali menyelenggarakan Sekolah Rakyat Bawaslu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jajaran dalam menghadapi tahapan Pemilu yang akan datang. Kegiatan kali ini mengangkat materi Teknis Pencegahan, meliputi pemahaman mengenai pencegahan, identifikasi kerawanan Pemilu, pemetaan aktor, serta strategi pencegahan pelanggaran dan sengketa Pemilu. Materi tersebut menekankan bahwa pencegahan merupakan upaya terencana, terukur, dan sistematis untuk mengantisipasi potensi serta risiko terjadinya pelanggaran dan sengketa Pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pacitan, Muhammad Nur. Dalam arahannya, Muhammad Nur menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat menjadi ruang untuk mempersiapkan jajaran dalam menghadapi tahapan Pemilu yang akan datang. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan pemahaman terhadap tugas pencegahan menjadi hal penting agar jajaran mampu menjalankan perannya secara optimal.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sekretariat memiliki peran dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu. Karena itu, seluruh jajaran perlu memahami tugas dan fungsi masing-masing serta membangun komunikasi yang baik sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya pelanggaran.
“Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari persiapan kita menghadapi tahapan Pemilu yang akan datang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, sekretariat juga memiliki peran dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu. Karena itu, kita perlu memahami tugas dan fungsi masing-masing. Dalam pencegahan, strategi yang paling baik adalah membangun komunikasi. Sebelum terjadi pelanggaran, kita harus melakukan pencegahan terlebih dahulu. Semangatnya adalah awasi, cegah, kemudian tindak apabila memang terjadi pelanggaran,” ujar Muhammad Nur.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah awal dalam setiap pelaksanaan pengawasan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi persoalan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi sebelum berkembang menjadi pelanggaran. Hal tersebut sejalan dengan materi teknis pencegahan yang menempatkan pemetaan potensi kerawanan dan upaya pencegahan sebagai bagian penting dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas.
Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Harni Setia Hidayanti, Staf Pencegahan Bawaslu Kabupaten Pacitan. Dalam paparannya, Harni menjelaskan bahwa pencegahan merupakan tugas pokok, peran, dan fungsi pengawasan Bawaslu. Strategi pencegahan dapat dilakukan melalui pemetaan kerawanan, kerja sama kelembagaan, serta membangun hubungan dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga memaparkan pentingnya mengenali berbagai isu yang berpotensi menjadi kerawanan Pemilu, di antaranya politik uang, politisasi SARA, politik identitas, hoaks, kampanye hitam, persoalan netralitas ASN, kejahatan siber, serta pengawasan media sosial. Selain itu, pencegahan juga perlu melibatkan berbagai aktor strategis dan kelompok masyarakat, termasuk peserta Pemilu, pemantau, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemilih pemula, pemilih muda, organisasi masyarakat, serta kelompok rentan.
Kegiatan Sekolah Rakyat tersebut berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi, tetapi juga aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penerapan strategi pencegahan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus berbagi pengalaman mengenai upaya mengidentifikasi dan mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Melalui kegiatan Sekolah Rakyat ini, Bawaslu Kabupaten Pacitan berharap seluruh jajaran tidak hanya memahami konsep pencegahan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya pengawasan yang lebih responsif, mengedepankan komunikasi dan koordinasi, serta mampu mencegah potensi pelanggaran sejak dini demi terwujudnya Pemilu yang berintegritas.