Bawaslu Pacitan Laporkan Capaian Konsolidasi Demokrasi Periode Mei 2026
|
Pacitan – Bawaslu Kabupaten Pacitan mengikuti rapat koordinasi pelaporan hasil Konsolidasi Demokrasi periode Mei 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sebagai bagian dari mekanisme pelaporan dan evaluasi pelaksanaan program konsolidasi demokrasi.
Penyampaian laporan dilaksanakan oleh Muhammad Nur, Anggota Bawaslu Pacitan - Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa. Dalam paparannya, Muhammad Nur menjelaskan bahwa sepanjang Mei 2026 Bawaslu Pacitan telah melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi yang melibatkan beragam unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemahasiswaan, pegiat pemilu, perangkat desa, guru, komunitas seni, aparat kepolisian, termasuk warga masyarakat di tingkat desa dan dusun.
Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan konsolidasi demokrasi selama Mei 2026 meliputi kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, penguatan kesadaran hukum pemilu di tingkat desa, hubungan kelembagaan pengawas pemilu, partisipasi generasi muda dalam demokrasi, pengelolaan informasi kepemiluan, akuntabilitas pemerintahan, pengelolaan potensi konflik sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan dan budaya gotong royong sebagai fondasi demokrasi.
Muhammad Nur menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan upaya Bawaslu untuk menjaga ruang dialog dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di luar tahapan pemilu. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan isu demokrasi dan membangun kolaborasi dalam memperkuat budaya demokrasi yang sehat.
Pelaporan hasil konsolidasi demokrasi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar penentuan langkah-langkah strategis ke depan. Bawaslu Pacitan berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi masyarakat, memperluas jejaring pengawasan partisipatif, dan menjaga kualitas demokrasi melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.